Posted in Short Story

Aib Sang Lelaki Idaman

Perkenalkan, dia Diryan Haseva. Aku biasa memanggilnya Ryan. Dia tetanggaku, teman satu sekolah sejak SMA. Tapi, sayangnya kami tak seakrab yang kalian bayangkan. Dulu, kami hanya bertemu ketika di sekolah saja. Begitupun sekarang, padahal kami kuliah di universitas yang sama. Tapi yang kutahu, Ryan itu penyayang, humble, dan humoris. Pokoknya, lelaki idaman deh. Oh ya, kenalkan! Aku Eudia, panggil saja aku Di.

Waktu SD hingga SMP, Ryan itu obesaitas. Tapi setelah berobat ke klinik Tong Tong dia jadi kurus dan ganteng. Oh, tidak, tidak! Sejak dia masuk SMA, dia mulai menggemari olah raga basket, karena itulah ia harus menurunkan berat badannya agar bisa bermain basket dengan lebih baik.

Ryan itu blasteran Jepang-Jerman, coba lihat! Hidungnya mancung, matanya sipit, tinggi, kulitnya putih, rambutnya hitam agak pirang, tinggi dan atletis. Mirip Channing Tatum deh pokoknya. Makanya dia masuk di jajaran anak popular di sekolah.

Aku mengenal Ryan melalui sahabatku sejak kecil, Wina, adik perempuannya. Ya, walaupun aku seumuran dengan Ryan, tapi aku lebih suka bermain dengan Wina. Kenapa? Karena Ryan tidak suka main boneka dan tidak suka baca buku.

Kehidupan Ryan juga bisa dibilang sempurna. Keluarganya harmonis, kaya dan disegani. Tapi, satu fakta yang—mungkin— membuat kalian tidak percaya adalah kesederhanaannya, terutama tentang makanan. Ryan itu sangat suka jajanan pinggir jalan, apalagi makanan olahan dari singkong. Ya, entah itu singkong rebus, singkong goreng, sayur singkong, keripik singkong, dan olahan-olahan singkong lainnya dia suka.

Ngomong-ngomong soal singkong, aku pernah membaca satu artikel yang membahas tentang penyebab kita sering kentut dan buang angin. Nah loh, apa hubungannya? Dikatakan dalam artikel itu bahwa, singkong merupakan salah satu jenis makanan yang dapat menyebabkan flatulensi atau perut kembung. Jadi, ketika perut kembung, tak berapa lama kemudian kita akan mengeluarkan gas beracun tersebut.
***

Ryan berjalan mendekatiku dengan membawa sebungkus singkong keju goreng dan minuman dingin.

“Ini, minum dulu.” Ryan memberikan sebotol minuman dingin padaku.

“Mau singkong nggak?” Aku menggeleng.

Berkali-kali aku melihat jarum jam tanganku. Sudah hampir 2 jam aku menunggunya, tapi Mama belum datang juga. Hari ini, Mama memintaku untuk menemaninya belanja setelah pulang kuliah.

“Mama lama sekali.”

“Mau barengan nggak?”

“Makasih Yan. Tadi sih Mama telepon, katanya mobilnya masih di bengkel. Mungkin bentar lagi selesai.”

Aku rasa Ryan sedang menatapku yang sedang cemberut. Ryanpun berusaha menghiburku dengan menceritakan lelucon-leluconnya. Dia membuatku ceria kembali, bahkan aku tertawa terpingkal-pingkal hingga membuat perutku kejang, tiba-tiba suara surga terdengar begitu mengejutkan di telingaku.

Preth!

“Oh My God Ryan kentut! Jadi artikel yang kubaca itu benar ya?” Aku menggumam dalam hati sambil menahan tawa. Untungnya, Mama datang setelah beberapa menit kejadian itu. Jadi, aku punya alasan untuk buru-buru pergi.

“Kupikir Ryan memang benar-benar lelaki idaman, ternyata….”

 

Written May 12, 2014

Advertisements

Author:

A Professional Dreamer!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s