Posted in Personal Story

Berkat Bom Kentut Dini Hari

Lemme tell you something about this picture!

tumblr_inline_p307rxnYrh1s1k540_500

Waktu itu, Community Builder Tim sedang sibuk-sibuknya untuk persiapan kedatangan tamu di kampung Birang. Karena harus persiapan kedatangan mereka esok harinya, jadilah kami melakukan persiapan kegiatan sampai malam di kantor Yakobi. Belum lagi mereka harus memikirkan persiapan di kampung. Lalu, Kak Ari dan Kak Rahma langsung buka suara, “we need volunteer!”

Kemudian, saya dan Kak Mirna mengiyakan. Saya dan Kak Ari harus berangkat menuju ke kampung lebih dulu sekitar pkl. 20.00 malam. Kami menyusuri hutan gelap, bukit tinggi dan sepi dengan mengendarai sepeda motor. Entah apa saja yang kami obrolkan waktu itu, jalan rusak berlubang pun dihantam saja. Khawatir, jika tiba-tiba ada gadis kesepian beramput panjang dan berbaju putih yang melambai-lambai pada kami.

Sampai di kampung, saya dan Kak Ari harus koordinasi ono-ene dengan warga kampung sembari menunggu Kak Mirna dan Kak Rahma datang. Sempat berkeliling beberapa rumah dalam keadaan belum mandi dari pagi dan perut keroncongan.

Selagi Kak Ari masih berkeliling kampung, girls team mulai nyiapin presentasi untuk besok. Hanya presentasi kegiatan biasa, namun harus berbahasa Inggris. Hahhaa… Walhasil, kami harus kursus singkat selama satu jam untuk mempersiapkan hal apa saja yang ingin disampaikan. Kami juga berlatih menjadi interpreter dengan saling tanya-jawab. What a wonderful experience! Kita yang biasanya ketemu teman-teman bule dan hanya membahas hal-hal ringan, eeh waktu itu malah harus menjelaskan hal-hal penting yang berkaitan dengan proyek. Gokil!

Sekitar pkl. 00.30, Kak Mirna dan Kak Ari kembali lagi ke Tanjung Redeb untuk mengambil file surel yang sedang diunduh dari sore sebelum kami berangkat. Malam itu, kami tidak tidur, we tried to figure out how to print that f**kin’ map pake kertas HVS dan dibuat dengan ukuran yang lebih besar!

Ditengah ketegangan itu, pkl. 03.00 dini hari, listrik tiba-tiba mati dan kami belum selesai mencetak. Waaaak!!!! Kak Ari mulai frustasi dan kami berusaha tidur untuk melupakan peta itu sejenak.

Listrik menyala lagi, kami bangun dan melanjutkan menyusun peta. Bhahaha… Akhirnya kami bisa menyelesaikan satu peta dengan skala 4×6 kertas HVS A4. That was so breath taking! Bahkan sampai ada bom kentut dini hari yang bikin ngakak guling-guling. Berkat bom kentut, kami sadar bahwa pekerjaan harus segera diselesaikan. Setidaknya, kami harus menyempatkan tidur lagi beberapa jam sebelum kedatangan mereka. Ah, perut juga sudah mulai tidak enak karena masuk angin.

Tamu-tamu akhirnya datang sekitar pkl. 09.00. Kami berusaha untuk presentasi dengan Bahasa Inggris yang belepotan karena jarang dilatih. Belum lagi, menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari tamu dan membantu warga dalam berkomunikasi dengan mereka. Hahahaha… Seruuu!

Hari itu saya janji untuk menuliskan cerita ini. Tapi maaf Kak, Vita sok sibuk jadi baru sempat menuliskannya sekarang. Salam rindu untuk kalian, Kakak-kakakku yang tangguh~

Sariadi Hamda, Rahmatuun, Mirna Al Yunus 😘💕

Hari ini, 23 Januari 2018 (23 Januari 2016)

Advertisements

Author:

A Professional Dreamer!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s